Dovizioso Sukses Bikin Kaget Tech 3

Potensi yang telah diperlihatkan Andrea Dovizioso ternyata mengejutkan tim barunya, Monster Yamaha Tech 3. Apalagi inilah musim debutnya menunggangi Yamaha.

Sepanjang kariernya membalap, Dovi--sapaan akrabnya--selalu berada di atas motor Honda. Bersama Honda pula ia menjuarai kelas 125cc di 2004, menjadi runner-up 250cc dua musim beruntun pada 2006 dan 2007, dan terakhir finis di posisi tiga klasemen pebalap MotoGP 2011.

Musim depan, rider Italia itu akan ganti haluan dengan membela panji Yamaha. Meski memiliki tantangan baru, potensi yang ia tunjukkan di dalam sesi tes pra-musim terbilang memuaskan.

Di dalam tes hari terakhir di Sepang pada awal bulan Maret ini, Dovi bahkan berhasil menorehkan waktu terbaik ketiga di belakang dua rider Honda, menjadikannya pebalap Yamaha dengan waktu terbaik, melampaui Ben Spies dan Jorge Lorenzo. Ini Dovi lakukan dengan kondisi belum 100% karena bulan Januari lalu mengalami patah tulang selangka.

"Kami semua tahu betapa tingginya level Andrea, tapi saya tetap sedikit kaget dengan kecepatannya. Sangatlah menyenangkan melihatnya sudah menjadi pebalap tercepat Yamaha di atas kertas dan bersaing dengan Jorge setelah waktu (adaptasi) yang minim," kata bos Monster Yamaha Tech 3 Herve Poncharal kepada MCN.

Poncharal pun optimistis Dovi akan bisa tampil lebih baik lagi seiring dengan waktu, setelah ia semakin nyetel dengan mesin 1.000cc YZR-M1.

"Saya percaya ia akan tampil jauh lebih baik karena saat ini belum mendapatkan 'rasa' yang pas 100% dengan motornya dan bagaimana cara terbaik mengendarainya," simpul Poncharal.

Lorenzo Ingin Pensiun di Yamaha

Tampaknya Yamaha akan jadi satu-satunya tim yang pernah diperkuat Jorge Lorenzo dalam kariernya di MotoGP. Sebab rider Spanyol itu menegaskan jika dirinya ingin pensiun bersama 'Tim Garpu Tala' itu.

Lorenzo sudah empat tahun memperkuat Yamaha sejak debutnya di MotoGP pada tahun 2008. Sebelumnya ia turun menunggangi Honda (2005) dan Aprilia (2006-2007) saat turun di kelas 250cc.

Sejak kemunculannya di kelas balap motor primer ini, Lorenzo tak butuh waktu lama untuk menancapkan kukunya sebagai salah satu pebalap papan atas. Di musim pertamanya ia memang "finis" di urutan keempat tapi gelar Rookie of The Year berhasil disabetnya.

Masuk di musim kedua ia mampu menjadi lawan tangguh untuk rekan setimnya dulu, Valentino Rossi, sebelum akhirnya tampil sebagai runner-up. Hingga akhirnya gelar juara dunia pertama kalinya direbut musim 2010

Musim lalu Lorenzo memang tidak bisa tampil maksimal dan harus kehilangan mahkota juara, setelah kalah bersaing dengan pebalap Repsol Honda, Casey Stoner. Dan tahun 2012 (mungkin) akan jadi tahun terakhir Lorenzo karena kontraknya akan habis akhir musim.

Namun, Lorenzo sebelumnya menegaskan jika ingin menandatangani kontrak baru dan baru saja pemuda 24 tahun itu menegaskan kesetiaan dan komitmennya untuk bisa mengakhiri karier bersama pabrikan asal Jepang itu.

"Ketika aku datang ke Yamaha pada 2008, aku merasa aku seperti dalam sebuah keluarga. Ambisi mereka sangat bagus. Kami punya motor yang sempurna dari 2008 hingga 2010. Tahun lalu sangatlah sulit . Kami tidak punya motor yang kompetitif. Tapi secara umum kami selalu punya paket (motor) yang sangat bagus," urai Lorenzo di Autosport.

Berbekal 2012 YZR-M1 yang kini berkapasitas 1.000cc, Lorenzo pun mulai menuai optimisme tinggi jika ia dapat bersaing dengan Stoner dan Honda untuk merebut kembali titel juara.

"Pilihan pertamaku adalah Yamaha. Aku ingin mengakhiri karier di Yamaha. Jika motor kompetitif musim ini. aku tidak berpikir punya motivasi besar untuk pindah tim," tandas Lorenzo.

Rossi Sudah Siap untuk Seri Pembuka

Rossi Sudah Siap untuk Seri Pembuka
Valentino Rossi menyudahi sesi tes hari terakhir di Jerez dengan menempati posisi enam. Menilik catatan waktu, rider Ducati itu mengaku cukup siap tampil di balapan pertama musim ini.

Musim lalu Rossi melakoni debutnya bersama Ducati dengan mengecewakan. Tanpa satu kemenangan pun, Rossi hanya bisa satu kali naik podium.

Pun begitu ia tetap optimistis menjelang musim keduanya. Ini tak lepas dari penggunaan rangka alumunium baru di Desmosedici GP12, yang performanya juga dipuji Rossi dalam tes periode I di Sepang.

Akan tetapi, kemajuan yang ia harapkan mengalami kendala dalam tes periode II di Sepang. Apalagi motornya juga mengalami masalah di tikungan, yang mana juga berlanjut dalam tes di Jerez.

"Sialnya kami bikin kesalahan di Sepang II akibat setelan motor yang buruk dan kami sedikit membayar kesalahan itu juga pada hari Jumat karena kami memulai dari titik tersebut," aku Rossi usai tes terakhir di Jerez, seperti dilansir Crash.

Dari tes selama tiga hari di Jerez, 23-25 Maret, Rossi memulai dengan tak memuaskan karena waktunya terpaut nyaris 2 detik dari pebalap tercepat. Pada hari kedua ia terkendala cuaca, tetapi perubahan setelan motor di hari ketiga membuatnya sukses memangkas waktu dari pebalap tercepat, Casey Stoner. Rossi kini hanya terpaut 0,953 detik dari rider tercepat dan menempati posisi keenam di hari terakhir.

"Perlahan-lahan, kami sampai ke potensi kami: Aku duduk di posisi enam, dan mencatatkan 1 menit 39,7 detik, yang mana catatan waktu bagus mengingat kami hanya mengendarai motor ini selama enam atau tujuh hari."

"Kami sudah mengganti setelan motor, pertama di bagian belakangnya lalu bagian depan, dan sekarang aku bisa masuk ke tikungan dengan cukup baik lagi. Aku kini bisa lebih mengambil 'risiko'," paparnya.

Dengan hasil tersebut kini Rossi pun menanti seri pembuka di Losail, Qatar, pada 8 April mendatang dengan optimistis. Di Losail sendiri, Rossi musim lalu cuma finis di posisi 7.

"Meski kami sangat sadar bahwa kami masih memiliki banyak pekerjaan di depan, jika kami melihat selisih dengan pebalap terdepan kami bisa bilang kalau kami sudah siap untuk balapan perdana," seru Rossi.